Crown
Dibawah langit, 26 September 2016
Hari ini terasa sangat capai waktu yang berjalan sangat cepat membuat segala sesuatunya berubah tak bermakna. Hanya yang tersisa kepasrahan hidup menjalani hari dengan hal biasa. Tak maju juga tak dapat mundur pula.. Sehingga adalah pikiran untuk menyesali sesuatu di akhir nanti.
Ada hari yang tak dapat ku ingat. Seolah aku telah melewatkan kenangan yang tidk aku tahu seperti apa? Aku memutar sebagian otak ku untuk berpikir dan mengingat kenangan apa yang telah ku lewatkan.. Sesuatu yang penting kah?
Kejadian yang pernah ku alami memang ada kalanya aku ingin melupakannya. Membuang jauh-jauh apa yang selalu mengganggu perasaan ku. Tapi pada kenyataannya aku tetap kembali hanya dengan menetralisir perasaan agar lapang. Siapa yang tahu, aku di pertemukan dengan lelaki sepertinya. Di saat aku merasakan kehilangan harta berharga dalam hidup, tiba-tiba dia muncul dengan segala ketertarikan dalam sudut pandangku. Aku mencoba melihat pengalaman, dan aku tak ingin mrngharapkan yang satu ini. Ya mulanya aku hanya mengaguminya dalam diam, tak pernah terpikirku akan bercengkrama dengannya, jangankan untuk berbicara, bertemu saja tidak pernah, tak ada secuilpun dalam pikiran ku dia akan melihatku.
Di segala aspek manapun tidak akan ada tanda kami akan saling mengenal.
Darinya segala pikiran rasional ku muncul, setiap memikirkannya, segala perubahan dan perbaikan dalam diriku mulai berkembang dalam otakku.
Seiring berjalnnya waktu aku sadari. Ruang lingkup tidak akan mendiamkan seorang manusia dalam kesendirian, dalam sebuah event penting dalam memory, dia hadir, bukan hadir karena hanya aku yang melihatnya, tapi kehadirannya yang ikut mengisi event yang kulakukan saat itu.
Bagaimana tidak kebahagiaanku memuncak setelahnya, mulai ada gairah hidup dalam jiwaku. Pikiran yang tidak seharusnya kupikirkan mulai aku sisihkan agar tidak mempengaruhi hal buruk dalam diriku.
Segalanya berubah saat aku tahu dia mempunyai rasa lain terhadapku. Aku senang bukan kepalang, tapi dalam perasaan itu banyak sekali pertimbangan yang muncul, aku hampir menyamakannya dengan lelaki lain yang suka bermain dengan perasaan wanita. Tapi aku terus menncoba mengetahui kemana keinginannya,.apa yang dia inginkan dariku adakah maksud lain??
Waktu terus saja berjalan, karakter kedewasaan terus meningkat dalam diriku menjalani kehidupan. Kini aku dan dirinya terpisahkan oleh jarak yang jauh, jarak yang mungkin tidak ingin aku capai.
Aku mulai memperbaiki diriku dengan kembali menetralisir perasaanku, memang sudah berbeda dari sebelum aku mengenal dan sesudah mengenal. Mungkin dulu penetralisiran ku karena tidak adanya lagi tujuan dalam hidupku, kerapuhanku yang kuat hampir saja membunuh akal sehat ku.
Tapi kini pemetralisiran yang kulakukan membuat ku lebih kuat dari diriku yang dulu, tangisan sekarang hanya menjadi mutiara hiasan yang bergulir di kedua pipiku.
Patut ku ucapkan terima kasih padanya yang sudah mencoret dari sebagian isi harianku. Dari sinilah terinspirasi untukku menuliskan sebagian pengalamanku kedalam cerita ini.
Ada hari yang tak dapat ku ingat. Seolah aku telah melewatkan kenangan yang tidk aku tahu seperti apa? Aku memutar sebagian otak ku untuk berpikir dan mengingat kenangan apa yang telah ku lewatkan.. Sesuatu yang penting kah?
Kejadian yang pernah ku alami memang ada kalanya aku ingin melupakannya. Membuang jauh-jauh apa yang selalu mengganggu perasaan ku. Tapi pada kenyataannya aku tetap kembali hanya dengan menetralisir perasaan agar lapang. Siapa yang tahu, aku di pertemukan dengan lelaki sepertinya. Di saat aku merasakan kehilangan harta berharga dalam hidup, tiba-tiba dia muncul dengan segala ketertarikan dalam sudut pandangku. Aku mencoba melihat pengalaman, dan aku tak ingin mrngharapkan yang satu ini. Ya mulanya aku hanya mengaguminya dalam diam, tak pernah terpikirku akan bercengkrama dengannya, jangankan untuk berbicara, bertemu saja tidak pernah, tak ada secuilpun dalam pikiran ku dia akan melihatku.
Di segala aspek manapun tidak akan ada tanda kami akan saling mengenal.
Darinya segala pikiran rasional ku muncul, setiap memikirkannya, segala perubahan dan perbaikan dalam diriku mulai berkembang dalam otakku.
Seiring berjalnnya waktu aku sadari. Ruang lingkup tidak akan mendiamkan seorang manusia dalam kesendirian, dalam sebuah event penting dalam memory, dia hadir, bukan hadir karena hanya aku yang melihatnya, tapi kehadirannya yang ikut mengisi event yang kulakukan saat itu.
Bagaimana tidak kebahagiaanku memuncak setelahnya, mulai ada gairah hidup dalam jiwaku. Pikiran yang tidak seharusnya kupikirkan mulai aku sisihkan agar tidak mempengaruhi hal buruk dalam diriku.
Segalanya berubah saat aku tahu dia mempunyai rasa lain terhadapku. Aku senang bukan kepalang, tapi dalam perasaan itu banyak sekali pertimbangan yang muncul, aku hampir menyamakannya dengan lelaki lain yang suka bermain dengan perasaan wanita. Tapi aku terus menncoba mengetahui kemana keinginannya,.apa yang dia inginkan dariku adakah maksud lain??
Waktu terus saja berjalan, karakter kedewasaan terus meningkat dalam diriku menjalani kehidupan. Kini aku dan dirinya terpisahkan oleh jarak yang jauh, jarak yang mungkin tidak ingin aku capai.
Aku mulai memperbaiki diriku dengan kembali menetralisir perasaanku, memang sudah berbeda dari sebelum aku mengenal dan sesudah mengenal. Mungkin dulu penetralisiran ku karena tidak adanya lagi tujuan dalam hidupku, kerapuhanku yang kuat hampir saja membunuh akal sehat ku.
Tapi kini pemetralisiran yang kulakukan membuat ku lebih kuat dari diriku yang dulu, tangisan sekarang hanya menjadi mutiara hiasan yang bergulir di kedua pipiku.
Patut ku ucapkan terima kasih padanya yang sudah mencoret dari sebagian isi harianku. Dari sinilah terinspirasi untukku menuliskan sebagian pengalamanku kedalam cerita ini.
Komentar